KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya
sehingga Penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini tepat pada waktunya.
Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Baginda Rasulullah, Muhammad
Saw. atas bimbingannya kepada kita semua untuk senantiasa berada pada jalan
kebajikan, jalan islam yang mulia.
Dalam kesempatan ini, Penulis hendak mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Dosen Mata Kuliah system belajar jarak jauh, Bapak Ridwan,SE.,S.pd.,M.Pd.,
karena atas bimbingan dan arahannya Penulis termotivasi dan mendapatkan
gambaran yang inspiratif dalam menyelesaikan penulisan makalah ini. Teman-teman
kelas juga memberikan kontribusi tersendiri dalam penyelesaian makalah kelompok
ini, untuk itu Penulis pun hendaknya mengucapkan terima kasih yang
setinggi-tingginya.
Dalam penulisan makalah ini, Penulis mencoba menguraikan berbagai
hal yang berkaitan dengan system belajar jarak jauh dalam dunia pendidikan yang
mencakup pada pengertian system belajar jarak jauh.
Penulis sangat menyadari akan terterbatasan dan kekurangan wawasan
dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Oleh karena demikian, Penulis sangat
mengharapkan kontribusi kritik dan saran dari rekan-rekan pembaca yang bersifat
konstruktif demi penyempurnaan makalah ini bahkan penyempurnaan makalah-makalah
yang akan disusun selanjutnya.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua
demi menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua. Amin.,,
Tenggarong
, November 2013
Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Persoalan
pendidikan bukanlah lagi masalah yang harus diselesaikan oleh satu pihak saja
namun harus menjadi pola pikir banyak pihak, tetapi bukan berarti semua pihak
juga ikut memutuskan masalah pendidikan ini. Karena jika semua ikut memutuskan
maka “centang prenanglah” dunia pendidikan Indonesia. Banyak hal yang
harus diselesaikan dalam tubuh pendidikan itu sendiri, terutama tuntutan atas
peran strategis pendidikan sebagai suatu pranata sosial yang kuat dan berwibawa
untuk mewujudkan pencerdasan kehidupan bangsa, telah mendorong tumbuhnya
berbagai inovasi dalam sistem pendidikan.
Usaha
pembangunan pendidikan dengan cara-cara yang konvensional seperti membangun
gedung-gedung sekolah dan mengangkat guru baru, hal ini tidak lagi dapat
dipandang sebagai langkah yang mampu memecahkan masalah pendidikan. Pembaharuan
pendidikan tidak mungkin lagi dapat dilakukan dengan cara-cara yang lama dengan
menggunakan metode yang lama.
Seiring
dengan perkembangan di banyak bidang yang cenderung tidak menentu, tuntutan
akan peningkatan kualitas sumber daya manusia semakin muncul kepermukaan.
Kedudukan strategis, baik disektor umum maupun swasta, menuntut sumber daya
manusia yang memiliki latar belakang pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga
wajar jika motivasi publik untuk terus menambah pengetahuannya melalui
institusi pendidikan tinggi semakin meningkat. Namun karena intensitas
pekerjaan semakin bertambah, banyak kelompok masyarakat yang ingin menempuh
pendidikan sambil tetap bekerja.
Untuk
itu kita harus bisa mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, lebih
luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia,
jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman pendidikan
sebelumnya. sistem tersebut juga mampu meningkatkan mutu pendidikan secara
merata. Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka atau sistem
belajar jarak jauh, yang merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional.
Sistem belajar jarak jauh adalah suatu model pembelajaran yang tidak terikat
oleh segala peraturan yang mengikat seperti pada pendidikan konvensional.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
a. Apakah pengertian sistem pembelajran
jarak jauh?
b. Apakah media yang digunakan dalam sistem pembelajaran jarak
jauh?
c. Bagaimanakah pengembangan jarak
jauh?
3. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk:
a. Mengetahui pengertian pengertian apa
tiu pembelajaran jarak jauh
b. Mengetahui media pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh
jarak jauh.
c. Mengetahui bagaimanakah
penyelenggaraan pendidikan sistem pembelajaran
jarak jauh .
d.
Mengetahui kelemahan dan kelebihan pembelajaran jarak jauh
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran
jarak jauh adalah proses transfer pengetahuan untuk pelajar (siswa) yang
dipisahkan dari instruktur (guru) dengan waktu dan / atau jarak fisik sehingga
membuat penggunaan komponen teknologi, seperti video, internet, CD, kaset, dan
bentuk teknologi lainnya untuk mencapai pembelajaran. “Pembelajaran jarak jauh”
dan “pendidikan jarak jauh” adalah istilah yang digunakan dalam pendidikan dan
teknologi pembelajaran. Hal ini dianggap bahwa pembelajaran jarak jauh telah
menjadi metode pengajaran dan pembelajaran bagi banyak orang untuk setidaknya
seratus tahun (Moore & Kearsley, 1996) dimulai dengan teknologi cetak dan
layanan pos (pendidikan korespondensi) sepanjang jalan sampai ke komunikasi
elektronik yang digunakan saat ini.
Sistem
pembelajaran jarak jauh ini merupakan suatu perubahan besar dalam dunia
pendidikan. Perkembangan komputer dan media komunikasi telah menghapus batasan
ruang dan waktu yang ada. Terobosan ini membuat kita dapat mendapatkan ilmu
pengetahuan dimanapun dan kapanpun (anytime-anywhere).
Dalam
pembelajaran jarak jauh memiliki karakteristik yakni keterpisahaan fisik antara
pengajar dan pebelajar yang pada umumnya mengurangi interaksi langsung, peserta
didik harus aktif dalam aktivitas belajar baik secara individu maupun kelompok
belajar, dan terdapat beberapa macam media dalam penyampaian materi antara
pengajar dengan pebelajar.
Tingkatan pendidikan dalam
pembelajaran jarak jauh
1.
Pendidikan Dasar
Pada
tingkat sekolah dasar, guru cenderung menggunakan kaset video rekaman daripada
program televisi siaran langsung. Beberapa seri siaran yang sering digunakan di
tingkat sekolah dasar awal, Sesame Street dan Clifford; pada tingkat menengah,
Reading Rainbow, Between the Lions, Arthur, dan ZOOM. Program ini digunakan
sebagai pengayaan bukan sebagai inti dari instruksi. Guru yang menggunakan
program televisi pendidikan cenderung menggunakan lebih dari satu program
(biasanya dua atau tiga), tetapi tidak seluruh rangkaian (Children’s Television
Workshop, 1990).
2.
Pendidikan Menengah
Pendidikan
sekunder adalah tahap pendidikan setelah sekolah dasar. Pendidikan sekunder
umumnya tahap akhir dari pendidikan wajib. Tahap selanjutnya pendidikan yaitu
perguruan tinggi atau universitas. Pendidikan menengah ditandai dengan adanya
transisi dari wajib belajar pendidikan dasar untuk anak-anak ke pendidikan ke
yang lebih tinggi untuk orang dewasa (misalnya, universitas atau sekolah
kejuruan).
Di
tingkat menengah, menggunakan televisi dapat terhubung dengan beberapa sekolah,
sehingga menciptakan cukup besar “kelas” yang terjangkau, sebagai contoh,
jaringan StarNet. Jaringan satelit yang berbasis di Texas, menjangkau siswa
sekolah menengah di seluruh Amerika Serikat melalui satelit. StarNet menawarkan
kursus seperti bahasa asing (Spanyol, Perancis, Jerman, Latin, dan Jepang),
calculus, fisika, psikologi, dan sejarah seni.
3. Pendidikan
Tinggi
Pada
tingkat tinggi, sistem telekomunikasi yang digunakan di kampus dan di luar
kampus lebih ekstensif. Ratusan perguruan tinggi menggunakan telekomunikasi sebagai
bagian dari program rutin. Tujuan umumnya adalah untuk menambah jumlah siswa
yang dapat dicapai oleh satu pengajar. Misalnya, untuk seorang profesor
memberikan materi dengan berbicara dari sebuah studio atau ruang kelas yang
dilengkapi kamera .
Pendidikan
tinggi adalah tingkat pendidikan yang mengikuti penyelesaian sekolah pendidikan
menengah seperti sekolah tinggi, sekolah menengah, atau olahraga. Pendidikan
tinggi biasanya diambil untuk mendapatkan gelar sarjana dan atau pascasarjana,
serta pendidikan kejuruan dan pelatihan. Penyempurnaan pendidikan tinggi
umumnya hasil dalam pemberian sertifikat , ijazah , atau gelar akademik
4. Pendidikan
Informal
Pendidikan
informal merupakan pembelajaran yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Misal, seorang teman dapat mendorong orang lain untuk berbicara tentang
hal-hal yang telah terjadi dalam hidup mereka sehingga mereka dapat menangani
perasaan mereka dan berpikir tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Pendidikan informal terjadi melalui dan didorong oleh percakapan, juga
melibatkan pengalaman-pengalaman yang telah dimilki dan dapat terjadi dalam
keadaan apapun.
B. Peranan
Dalam Pembelajaran Jarak Jauh
Interaksi
antara pengajar dan pebelajar memegang peranan yang sangat penting dalam
pembelajaran jarak jauh. Dalam proses pembelajaran interaktif, komunikasi dua
arah (two ways communication) berlangsung antara pengajar dan pebelajar.
Interaksi merupakan faktor penting sebagai sarana penunjang aktivitas
pembelajaran. Dibawah ini adalah deskripsi singkat mengenai peran-peran kunci
utama dalam pembelajaran jarak jauh :
- Siswa (student), peran
utama dari siswa disini adalah belajar. Dalam proses pembelajaran jarak
jauh ini tetap diperlukan keadaan yang baik, motivasi, perencanaan, dan
kemampuan untuk menganalisa materi perkuliahan, tugas, dan tes yang
diberikan seorang pengajar kepada siswa. Kemampuan berinteraksi antara
dosen dengan siswa sangat bergantung pada hubungan teknis (technical
linkage) yang menjembatani batasan antara kelas yang terpisah dengan
partisipasi siswa. Siswa perlu mengetahui bagaimana menggunakan teknologi
untuk berkomunikasi dengan guru dan satu sama lain. Ketika siswa ingin
mengajukan pertanyaan, atau ingin menambah diskusi, mereka harus mampu
menggunakan teknologi untuk berinteraksi.
- Kampus (faculty),
kesuksesan dari sistem pembelajarasn jarak jauh ini sangat ditentukan oleh
kampus. Pada sistem kelas tradisional, tanggung jawab seorang pengajar
adalah memberikan materi dan memberikan keperluan yang dibutuhkan siswa.
Hal yang menarik adalah penyesuaian kemampuan mengajar secara jarak jauh.
Seorang pengajar harus mampu membuat sistem pemahaman yang mudah,
mengadaptasikan cara mengajar antara sistem kelas tradisional dengan
teknologi dari sistem pembelajaran jarak jauh.
- Fasilitator, sebagai jembatan antara siswa dengan pengajar.
Agar efektif maka fasilitator harus mampu menganalisa kebutuhan-kebutuhan
antara siswa dengan pengajar.
- Staff pendukung (support
staff), secara individual bagian ini tidak begitu menonjol,
tetapi pada sistem pembelajaran jarak jauh secara luas, fungsi dari
layanan pendukung sangat menentukan dari kesuksesan pembelajaran jarak
jauh, yang antara lain adalah dalam sistem pendaftaran mahasiswa (registration),
penggandaan dan penyebaran materi, pengaturan jadwal (schedulling),
pemrosesan laporan penilaian (grades), pengaturan hal teknis, dan
lain sebagainya.
- Administrator, meskipun fungsi administrator sangat berpengaruh pada
perencanaan awal sistem pembelajaran jarak jauh, administrator juga
berperan sebagai pengambil keputusan (decision maker).
Administrator bekerja secara personal dan memastikan sumber dan teknologi
yang ada dapat bekerja secara baik dan efektif, dan selalu bertanggung
jawab dalam memaintenance sistem.
C. Fungsi
Komunikasi Pembelajaran
Terlepas
dari teknologi yang digunakan, sistem telekomunikasi pembelajaran harus
melakukan fungsi tertentu untuk lebih efektif.
Unsur
standar dalam pelajaran apapun adalah presentasi dari beberapa macam materi
kepada pelajar. Contoh umum meliputi:
a. Guru ceramah
dan demonstrasi.
b. Teks dan
ilustrasi (buku teks, handout bahan ajar).
c. Rekaman suara,
musik dan suara lain.
d. Full-motion gambar
(video, CD-ROM).
e. Interaksi siswa
dengan guru.
Pembelajaran
yang terjadi ketika peserta didik berpartisipasi aktif, guru berupaya untuk
mendorong kegiatan belajar dengan berbagai cara, seperti berikut:
a. Sesi tanya
jawab yang dilakukan selama atau setelah pelajaran.
b. Praktek dengan
umpan balik dilakukan sebagai latihan-praktek dan atau kegiatan diskusi selama
kelas atau sebagai pekerjaan rumah.
c. Evaluasi
d. Interaksi antar siswa.
Adanya
interaksi siswa dengan siswa lain dalam kelompok berpasangan atau kecil.
Beberapa cara umum interaksi siswa:
a. Diskusi
kelompok di dalam maupun di keluar kelas).
b. Kelompok
kegiatan yang terorganisir (misalnya, bermain peran atau permainan.
c. Proyek-proyek
kelompok.
d. Pembelajaran dengan
teman sebaya.
e. Akses ke sumber
belajar.
Pelajaran
dan kursus biasanya terstruktur dengan asumsi bahwa peserta didik akan
menghabiskan waktu di luar kelas bekerja secara individual dengan materi,
mengerjakan PR, proyek, kertas dan sejenisnya. Sumber belajar eksternal dapat
mengambil bentuk sebagai berikut:
a. Materi cetak
(misalnya, buku teks, bacaan tambahan, lembar kerja).
b. Audiovisual
(misalnya, audio atau kaset video, sistem multimedia, CD-ROM).
c. Komputer
database/internet (e.g, untuk pencarian online)
d. Perpustakaan.
D. Media yang
Digunakan Dalam Pembelajaran Jarak Jauh
1. Siaran Radio
Hampir
semua orang telah mengenal radio sebagai sebuah alat yang mampu menyampaikan
berbagai informasi , melantunkan musik dan lagu bahkan berita, , tetapi tidak
semua orang mengetahui bahwa program radio disiarkan melalui gelombang
elektromagnetik. Ketika kita mendengarkan radio, kita mendengar sinyal
elektronik yang menyiarkan, atau dikirim melalui udara, terdapat frekuensi AM
dan FM.
Sementara untuk dapat menebus daerah
lain yang berada di uar daerah pancarnya, diperlukan stasiun relay. Sistem
Relay mampu menghubungkan satu transmitter dengan stasiun lainnya sehingga
mempeluas daerah jangkauan daerah siaran.
Keunggulan:
- Biaya.
Dibandingkan
dengan media komunikasi massa lain misalnya televisi, biaya
penyelenggaraan media radio jauh lebih murah dengan kemampuan jangkauan daerah
yang sama luasnya. Hal ini masih digunakan di negara-negara berkembang dan di
daerah lain dimana ada kendala geografis atau ekonomi pada teknologi yang bisa
diterapkan.
- Fleksible
Media
audio sangat fleksibel dan dapat memiliki efek yang kuat, dramatis, terutama
untuk menyampaikan musik, diskusi, dan bercerita.
- Imajinasi stimulator.
Kemampuannya
untuk menstimulasi imajinasi pendengar karena radio adalah media audio saja,
pendengar bebas menggunakan imajinasi mereka untuk menciptakan gambar.
Keterbatasan :
- Karakteristik.
Keterbatasan utama media radio terletak pada karakteristik media ini yang
dikenal sebagai media sekali dengar, artinya bila pendengar tidak
mendengar atau tidak mengerti informasi yang disajikan, maka informasi
tersebut tidak dapat didengar lagi kecuali melalui siaran ulangan.
- Jadwal siaran. Masalah
jadwal siaran atau rekaman program bagi para pengajar. Umumnya para
pengajar sulit mengikuti jadwal ketat yang diberikan oleh stasiun
siaran atau studio rekaman.
- Tingkat interaksi.
Interaktivitas yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan
pembelajaran jarak jauh juga merupakan keterbatasan dari media radio.
Tingkat interaktivitas media radio sangat rendah karena pada
dasarnya media radio merupakan media komunikasi satu arah. Perkembangan
teknologi telah memungkinkan adanya interaksi dalam tingkat tertentu
dengan menggunakan telepon. Hal ini memberikan warna baru dalam
penyelenggaraan siaran langsung yang bersifat interaktif dapat
dilakukan.
Bentuk Penyajian Program Radio
a. Ceramah
atau kuliah
b. Dialog
c. Wawancara
d. Drama
2. Telekonfrensi
Audio
Telekonferensi
audio (audio teleconference) pada dasarnya merupakan perluasan atau
perpanjangan dari pemanfaatan telepon biasa. Kemajuan komunikasi dua arah yang
terjadi dalam sebuah telekonferensi audio umumnya dilakukan secara langsung
dengan menggunakan saluran telepon maupun satelit.
Keunggulan:
Telekonferensi audio memiliki
beberapa keunggulan sebagai beirkut:
- Biaya efektif.
Sekolah
dapat mengundang guru ke dalam kelas untuk terlibat dalam dialog dengan siswa.
Telekonferensi audio sering dilihat sebagai cara yang efektif untuk mengadakan
pertemuan atau sesi pelatihan tanpa mengorbankan waktu dan uang.
- Mudah digunakan.
Bentuk
yang paling mudah diakses telekomunikasi karena menggunakan layanan telepon. Perusahaan
telepon telah memudahkan untuk mengatur telekonferensi audio dari telepon
manapun
- Interaktif.
Tingkat
interaktivitas dalam pemanfaatan telekonferensi audio ini tinggi, sehingga
memungkinkan peserta dan narasumber atau instruktur dapat saling berbicara satu
dengan yang lain.
Keterbatasan
Kurangnya informasi visual. Tidak mampu menyajikan materi yang bersifat visual. Kendala ini dapat diatasi dengan mempersiapkan materi yang bersifat visual di lokasi konferensi sebelum kegiatan dimulai.
Keterbatasan
Kurangnya informasi visual. Tidak mampu menyajikan materi yang bersifat visual. Kendala ini dapat diatasi dengan mempersiapkan materi yang bersifat visual di lokasi konferensi sebelum kegiatan dimulai.
- Miskin audio. Penerimaan suara
kurang baik. Pada komunikasi audio jarak jauh kendala kurang baiknya
kualitas radio sering ditemukan. Untuk mengatasi kendala ini,
penyelenggara perlu memperhatikan peralatan microphone-amplifier
khusus disetiap lokasi.
- Mengintimidasi. Kurangnya
pengalaman dengan jenis teknologi komunikasi dapat membuat beberapa
peserta enggan untuk berpartisipasi dalam kegiatan konferensi audio.
Peralatan yang diperlukan
- Untuk telekonferensi yang
memhubungkan satu narasumber dan satu kelompok, maka peralatan yang
dibutuhkan adalah pesawat telepon
biasa untuk narasumber, sedangkan untuk kelompok dibutuhkan tambahan
peralatan berupa speaker telepon.
- Sementara untuk menghubungkan
dua atau lebih kelompok peserta konferensi maka dibutuhkan peralatan amplifier microphone khusus pada
tiap lokasi. Peralatan ini diperlukan untuk memastikan bahwa suara yang
didengar cukup jelas.
- Selain itu, dibutuhkan
peralatan yang disebut dengan brigde
yang merupakan sistem elektronik yang menghubungkan suara dari seluruh
lokasi yang mengikuti konferensi tersebut, menyeleraskan level suara,
memfilter gangguan-gangguan, dan memperhatikan masalah tidak tersambungnya
hubungan telepon.
3. Siaran Televisi
Televisi
dikenal sebagai media yang mampu menyajikan beragam informasi dalam bentuk
suara dan gambar secara bersamaan. Dengan perkembangan teknologi yang luar
biasa, sistem pemancaran dan penerimaan tayangan televisi dapat dilakukan
dengan berbagai macam sistem, antara lain : broadcast transmission,
closed-circuit television (CCTV), Tv-Cable, satellite transmission.
Walaupun sistem pemancaran dan penerimaan siaran televisi tidak berpengaruh
kepada informasi atau program yang disiarkan, masing-masing sistem memiliki
cara kerja yang berlainan.
Karakteristik Media Televisi
Pemanfaatan
media televisi sebagai alat penyampai materi pendidikan telah cukup dikenal,
namun sejauh mana media televisi ini dapat berperan dalam pendidikan jarak jauh
merupakan fokus yang menarik untuk ditelaah. Secara umum, media televisi ini
dapat dilihat sebagai media yang sarat dengan informasi audio dan visual yang
secara simultan disajikan. Dari sisi pembelajaran, media televisi pendidikan
dikenal sebagai media yang memiliki kekuatan audio visual yang mampu memberikan
pemahaman mengenal konsep-konsep abstrak.
Keunggulan
- Menjangkau sasaran didik dalam jumlah yang besar
sekaligus secara bersamaan.
- Menyajikan berbagai informasi
dalam bentuk audio, visual dan gerak sekaligus. Variasi visual yang mampu
disajikan melalui media televisi ini memberikan peluang untuk menyajikan
program yang menarik dan imajinatif, yang tentunya akan menstimulasikan
dan memotivasi peserta didik dalam segala usia dan tingkat pendidikan.
- Mampu menyajikan pengalaman dan mendokumentasikan
kejadian nyata.
- Menjembatani peserta didik
dengan institusi pembelajaran jarak jauh. Kehadiran program televisi yang
menampilkan pengajar-pengajarnya melalui layar kaca akan mengurangi rasa
kesendirian yang umumnya dirasakan oleh peserta didik.
Keterbatasan:
- Biaya pengadaan peralatan dan pembuatan program
televisi relatif mahal.
- Pembuatan program relatif tidak mudah dan lama.
- Media televisi bersifat konstan, artinya tidak dapat
dihentikan atau diputar ulang apabila peserta didik tidak memahami materi
yang ditayangkan.
- Waktu penayangan terbatas
sehingga apabila peserta didik tidak mengikuti siaran pada saat
ditayangkan, maka mereka kehilangan kesempatan untuk mengikuti program.
Untuk itu, diperlukan informasi jadwal jauh sebelum waktu penayangan
sehingga peserta didik siap mengikuti siaran.
- Tingkat interaktivitas media
televisi sangat rendah karena media ini merupakan media komunikasi satu
arah. Dalam tingkat tertentu, interaksi dapat dilakukan dengan menggunakan
telpon, namun penyelenggaraan siaran langsung dalam SPJJ mengalami banyak
kendala.
4. Komputer dan
Internet
Komputer
hingga saat ini merupakan satu-satunya media yang memiliki teknologi yang
berkemampuan interaktif. Kebutuhan akan kehadiran media komputer dalam dunia
pendidikan ini sangat terasa.
Hal ini disebabkan oleh
karakteristik media komputer, antara lain:
- Memungkinkan terjadinya interaksi antara peserta didik
dan materi pembelajaran,
- Memungkinkan terjadi proses belajar mandiri sesuai
dengan kemampuan belajar peserta didik,
- Mampu menampilkan unsur audio visual,
- Dapat memberikan umpan balik,
- Menciptakan proses belajar berkesinambungan.
Dengan
kemajuan teknologi, pemanfaatan komputer dalam proses pembelajaraan tidak hanya
terbatas pada penggunaan stand alone, tetapi dapat pula dilakukan dalam
bentuk jaringan, yang dikenal dengan internet. Jaringan komputer telah
memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang lebuh luas, interaktif, dan
lebih fleksibel. Jaringan ini mampu menghubungkan beratus ribu jaringan
komputer. Dengan kemampuan ini, internet dapat menjadi media komunikasi dalam
proses pembelajaran jarak jauh, sekaligus dapat berperan sebagai sumber
pembelajaran.
Keunggulan:
Konferensi melalui internet memiliki
keunggulan antara lain sebagai berikut:
- Dapat menjangkau peserta yang tidak terbatas jumlahnya
pada saat bersamaan.
- Tidak dibatasi oleh ruang, waktu dan bahkan teritorial negara.
- Mampu menyajikan teks, gambar, animasi, suara dan video
dengan kecepatan yang relatif tinggi.
- Mampu melakukan link ke berbagai lokasi (site) lain di
dunia.
- Interaktifitas sangat tinggi
Keterbatasan:
Konferensi melalui internet memiliki
keterbatasan antara lain sebagai berikut:
- Membutuhkan keterampilan menggunakan komputer (computer
literacy)
- Pulsa internet relatif masih mahal;
Peralatan yang diperlukan
- Unit komputer yang terhubung ke internet
- Line telepon
- Modem
- Peralatan Local Area Network (seperti HUB, LAN Port,
dll)
- Computer Speaker
- Camera
Pemanfaatan Internet dalam
Pembelajaran Jarak Jauh
Pemanfaatan internet dapat dilakukan
dalam beberapa cara, antara lain adalah sebagai beirkut:
- Chatting (dialog elektronik); tutor dan satu atau lebih peserta didik dapat secara
bersamaan berdialog menggunakan teks atau suara melalui internet. Melalui
chatting, proses telekomunikasi berlangsung secara bersamaan (sinchronous)
dan umpan balik tidak tertunda. Beberapa hal yang harus diperhatikan
adalah sebagai berikut:
1. Baik tutor atau
peserta didik memiliki alamat e-mail masing-masing.
2.
Tutor atau peserta didik telah mendapat pelatihan cara berdialog secara
elektronik (chatting)
3.
Tutor dan peserta didik memanfaatkan salah satu operator internet yang
menyediakan fasilitas chatting (misal http:www.yahoo.com).
4. Tutor dan
peserta didik menentukan jadwal kapan chatting melalui operator internet
tersebut dapat dilakukan.
5. Selanjutnya
Tutor dan peserta didik dapat berdiskusi berkaitan dengan topik yang telah
disepakati mereka secara bersama.
- Electronic Mail (e-Mail); tutor dan peserta didik dapat saling berikirim surat
secara elektronik melalui e-mail. Beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam berkoresponden secara elektronik adalah sebagai berikut:
1. Baik tutor atau
peserta didik memiliki alamat e-mail masing-masing.
2. Tutor atau
peserta didik telah mendapat pelatihan cara berkoresponden secara elektronik (e-mail).
3. Peserta didik
bertanya kepada tutor dengan cara mengirim e-mail ke alamat tutornya untuk
mendapatkan umpan balik.
4. Tutor
memberikan tugas/pertanyaan dengan cara mengilim e-mail ke alamat peserta
didiknya untuk dijawab/dikerjakan.
5. Peserta didik
dan peserta didik lain saling bertukar informasi, ide dan lain-lain dengan cara
saling berkirim e-mail.
- Mailing List (Millist); Mailing list adalah perpanjangan penerapan
e-mail. melalui mailinglist satu surat elektronik dapat ditujukan kepada
beberapa lamat e-mail yang telah terdaftar di mailinglist tersebut
sekaligus. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Baik tutor atau
peserta didik memiliki alamat e-mail masing-masing.
2. Tutor atau
peserta didik telah mendapat pelatihan cara berkoresponden kelompok (mailing
list).
3. Tutor membuat
suatu alamat millist dan memasukan semua alamat e-mail peserta didiknya kedalam
millist tersebut.
4.
Tutor dapat mengirim informasi atau melontarkan masalah untuk didiskusikan
melalui millist tersebut sehingga secara bersamaan semua peserta didik yang
terdaftar dalam millist tersebut dapat menerima informasi yang sama.
5.
Begitu pula sebaliknya, peserta didik dapat mengirim informasi atau melontarkan
masalah untuk didiskusikan melalui millist tersebut sehingga secara bersamaan
semua anggota millist dapat memperoleh informasi yang sama.
BAB
III
PENUTUP
Sistem
belajar jarak jauh merupakan suatu alternatif untuk memperoleh kesempatan
belajar bagi pebelajar atau warga belajar yang karena berbagai alasan tidak
dapat mengikuti pendidikan pada sistem pendidikan formal atau konvensional.
Pendidikan jarak jauh ini merupakan sistem pendidikan yang bebas untuk
diikuti oleh siapa saja tanpa terikat pada batasan tempat, jarak, waktu, usia,
jender dan batasan non akademik lainnya. Sistem ini memberikan kebebasan kepada
pebelajar atau warga belajar untuk mengikuti kegiatan pembelajaran secara bebas
dan mandiri. Keberhasilan dari program pendidikan jarak jauh ini sangat tergantung
pada pihak-pihak yang saling membantu, baik itu dari pebelajar sendiri, lembaga
pendidikan yang menyelenggara, anggota masyarakat. Selain itu kita juga harus
lebih perduli terhadap perkembangan Sistem belajar jarak jauh ini meski telah
merupakan kegiatan yang sudah sejak lama sudah dilakukan oleh dinas pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Sadiman, Arief S. (1999).
Jakarta. Jaringan Sistem Belajar Jarak Jauh Indonesia, Pusat Teknologi
Komunikasi dan Informasi Pendidikan. Depdiknas.
Munir., (2008) . Kurikulum berbasis teknologi
informasi dan komunikasi. Bandung: Alfabeta
C. Asri Budiningsih. 2008. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:
Rineka Cipta.
Hamalik Oemar. 1994. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh dan pembinaan
Ketenagaan. Bandung: Trigenda Karya.
Hamzah B.Uno. 2007. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar